kala mata buyar menatap
kala telinga pekak mendengar
kala bibir terbata berucap
kala hidung tersumbat mendengus
saat lara menjadi kerjaan
saat pilu koyakkan jiwa
saat lunglai gontaikan raga
terkapar di sudut kamar obat
mengais puing-puing untuk tegak
terseok-seok dalam kelunglaian
menjilat sisa-sisa daya untuk kokoh
semua bak berlian termaknai
hanya tersungkur tanpa lakui berarti
raga memang tak ternilai
jiwa apalagi tak ada ambang batas
petikkan miris ini
untuk hargai semua kesempurnaan
lahiriah dan bathiniah..
mugi-mugi...
--get some rest---
No comments:
Post a Comment