berandalan hati tlah bergerilya
telesupi satu persatu gubug penjara
berusaha lari dan sembunyikan setapak
mendengus kecil tak bersuara
rona kebebasan nyaris hampiri nafsu
sejengkal lagi raihkan alurnya
berangkatlah jejak...
setubuhi segera dunia imaji
jangan pulang tuk meratap
jangan kembali tuh berkabung
karena suka tlah kuburkan duka
menerawang jamahi awan tak berkabut
Monday, December 29, 2008
Saturday, December 27, 2008
biadab
ku benamkan kepalaku dalam bongkahan selimut
kuseka peluh dingin yang mengucur cukup deras dari keningku
aku buyarkan hitam fikirku yang ganggu bathinku
apa yang aku rasa hanyalah ilusi
ilusi sampah yang tak berkesudahan
namun,
semakin aku mengusirnya
semakin lekat pula rona bayangan itu
menelusup masuki ruang takutku
aku terjerembab di kelamnya biduk
yang kerap hantui intuisiku
jangan perolok naluri putihku
enyah sajalah dari permukaan ini
biarkan kuselami lautku
tanpa kau menjegal setiap mauku
kau cuma sebuah titik pencundang
yang acap godai citaku
jangan pernah berusaha masuk
dalam selimut malamku
yang tlah basah dengan liurku
hingga tak kan kau temui lagi
sedikit kisipun yang bisa kau sisipi
meski aku tlah bukakan pintunya
karena aku berubah gahar
dalam ketakutan yang tlah berujung
dalam nestapa yang bilurkan jalangmu
hadapi aku..!!!!
kuseka peluh dingin yang mengucur cukup deras dari keningku
aku buyarkan hitam fikirku yang ganggu bathinku
apa yang aku rasa hanyalah ilusi
ilusi sampah yang tak berkesudahan
namun,
semakin aku mengusirnya
semakin lekat pula rona bayangan itu
menelusup masuki ruang takutku
aku terjerembab di kelamnya biduk
yang kerap hantui intuisiku
jangan perolok naluri putihku
enyah sajalah dari permukaan ini
biarkan kuselami lautku
tanpa kau menjegal setiap mauku
kau cuma sebuah titik pencundang
yang acap godai citaku
jangan pernah berusaha masuk
dalam selimut malamku
yang tlah basah dengan liurku
hingga tak kan kau temui lagi
sedikit kisipun yang bisa kau sisipi
meski aku tlah bukakan pintunya
karena aku berubah gahar
dalam ketakutan yang tlah berujung
dalam nestapa yang bilurkan jalangmu
hadapi aku..!!!!
Friday, December 26, 2008
Kos tJemAni - depok
Tuesday, December 23, 2008
ajaib
menanti keajaiban yang mungkin tak akan datang....
mencari keajaiban yang enatk terselubung dimana
melepaskan harap ajaib untuk sirnakan mimpi...
ajaib memang..!!!
mencari keajaiban yang enatk terselubung dimana
melepaskan harap ajaib untuk sirnakan mimpi...
ajaib memang..!!!
Monday, December 22, 2008
bersyukur (part 3)
apa yang salah dengan jalan hidup....??
bisakah setiap organ yang ada dibadan ini berkompromi untuk menelaah satu persatu persoalan hidup yang kadang-kadang menjadi carut marut oleh keadaan yang tak berpihak.
dimana letak keterbelakangan akal bila semua sudah tak dapat dijernihkan oleh lurusnya otak ini?? dan masih mampukan akal berputar dan menyamarkan logika yang sudah tak bisa kita ajak untuk tetap bersikukuh pada lajurnya.
jalan hidup memang garis yang sudah ada dalam buku panduan dari sang Besar.
jalan hidup memang sudah tergaris dalam dimensi yang tak tercerna oleh fikiran kita.
tapi mestikah jalan hidup yang 'tercipta' untuk kita jelajahi harus tercoreng oleh ketidakmampuan raga, jiwa yang memang hanya otak yang mampu untuk menelusurinya, badan yang untuk menggerakkannya-pun menjadi ada ataupun tidak ada sekehendak pelakunya.
haruskah pula kegamangan hidup itu menyeret kita pada satu rona yang akan melumpuhkan setiap pundi badani kita??
kebimbangan, keraguan yang membuat sebuah kebingungan diri hanyalah sepenggal cerita komik dari perbendaharaan jalan panjang yang selalu teralurkan dengan banyaknya terjal maupun kerikil tersetapaki.
tapi harus terhanyut pulakah dalam kebingungan-kebingungan yang membuat kita menyesali kotak masa yang Sang Besar hadiahi ??
mungkin banyak dalih pulalah kenapa kegamangan, ketidakstabilan, dan kebingungan2 yang terjadi pada kita menjadi satu momok terbelakang yang membuat kita jadi diluar kontrol manusia, hasrat emosi yang tak terkendali, kelinglungan akan metamorfosa yang notabene diluar jauh dalam lingkaran pengharapan yang termarjinalkan oleh lingkup ingin dan mau yang berlebihan, sehingga acap terpatahkan bila tak terkelambui dalam yang hasil yang hanya sejengkal dan tak meluas.
berbesar hati dalam kebersykuran dan dengan tampahan hidup yang mungkin bagi kita hanya sekedarnya adalah hal indah yang akan termaktub dalam kamus keikhlasan. dengan begitu pulalah Sang besar sedang menimang-nimang kita untuk bisa naik kelas atau tetap kelas bahkan bisa tertinggal kelas. kita yang memegang kunci kendalinya, kita yang meracuninya atau yang memaduinya bila kita mau, dan semua rentetan masanya kita yang menjadi tuan pengusaha segala upaya.
keindahan yang terjadi di kelas atas sebaiknya menjadi kita adalah pekerja yang akan terbangkitkan semangat juangnya untuk dapat berada di tahap itu, bukan hanya sekedar memuja, mengagumi, berharap lebih yang pada akhirnya menjadikan dengki bersemayam d singgana hati kita. cemeti orang atas pulalah yang seharusnya menjadikan kita bersikukuh pada keyakinan alami bahwa hidup adalah roda, hidup adalah proses pendewasaan bathin dan fikiran dimana kelas ataspun merasakan apa yang membuat kita terseok-seok sekarang dalam pemantapan diri.
dan tak selamanya pula orang atas menyejukkan hawa kehidupan abadi bagi kita..!!!
orang bawah yang jauh dari 'sekedar'nya kita, yang bermandikan peluh kesengsaraan, berada dalam kasur pesakitan dan penuh riak dengan pola hidup yang sangat mengiris sisi kemanusiaan kita... dan mereka pun tetap hidup dalam kenikmatan masa dan sangat mampu untuk bertahan meski tak ada hati kecilnya menginginkan noda kusam hampiri nafasnya.
mari bangun....mari bertahan...mari bersabar...mari berbesar hati....mari bangkit
dan semuanya kembali untuk kita rajami dan untuk DISYUKURI...!!
------teman-teman itu masih beruntung-------
bisakah setiap organ yang ada dibadan ini berkompromi untuk menelaah satu persatu persoalan hidup yang kadang-kadang menjadi carut marut oleh keadaan yang tak berpihak.
dimana letak keterbelakangan akal bila semua sudah tak dapat dijernihkan oleh lurusnya otak ini?? dan masih mampukan akal berputar dan menyamarkan logika yang sudah tak bisa kita ajak untuk tetap bersikukuh pada lajurnya.
jalan hidup memang garis yang sudah ada dalam buku panduan dari sang Besar.
jalan hidup memang sudah tergaris dalam dimensi yang tak tercerna oleh fikiran kita.
tapi mestikah jalan hidup yang 'tercipta' untuk kita jelajahi harus tercoreng oleh ketidakmampuan raga, jiwa yang memang hanya otak yang mampu untuk menelusurinya, badan yang untuk menggerakkannya-pun menjadi ada ataupun tidak ada sekehendak pelakunya.
haruskah pula kegamangan hidup itu menyeret kita pada satu rona yang akan melumpuhkan setiap pundi badani kita??
kebimbangan, keraguan yang membuat sebuah kebingungan diri hanyalah sepenggal cerita komik dari perbendaharaan jalan panjang yang selalu teralurkan dengan banyaknya terjal maupun kerikil tersetapaki.
tapi harus terhanyut pulakah dalam kebingungan-kebingungan yang membuat kita menyesali kotak masa yang Sang Besar hadiahi ??
mungkin banyak dalih pulalah kenapa kegamangan, ketidakstabilan, dan kebingungan2 yang terjadi pada kita menjadi satu momok terbelakang yang membuat kita jadi diluar kontrol manusia, hasrat emosi yang tak terkendali, kelinglungan akan metamorfosa yang notabene diluar jauh dalam lingkaran pengharapan yang termarjinalkan oleh lingkup ingin dan mau yang berlebihan, sehingga acap terpatahkan bila tak terkelambui dalam yang hasil yang hanya sejengkal dan tak meluas.
berbesar hati dalam kebersykuran dan dengan tampahan hidup yang mungkin bagi kita hanya sekedarnya adalah hal indah yang akan termaktub dalam kamus keikhlasan. dengan begitu pulalah Sang besar sedang menimang-nimang kita untuk bisa naik kelas atau tetap kelas bahkan bisa tertinggal kelas. kita yang memegang kunci kendalinya, kita yang meracuninya atau yang memaduinya bila kita mau, dan semua rentetan masanya kita yang menjadi tuan pengusaha segala upaya.
keindahan yang terjadi di kelas atas sebaiknya menjadi kita adalah pekerja yang akan terbangkitkan semangat juangnya untuk dapat berada di tahap itu, bukan hanya sekedar memuja, mengagumi, berharap lebih yang pada akhirnya menjadikan dengki bersemayam d singgana hati kita. cemeti orang atas pulalah yang seharusnya menjadikan kita bersikukuh pada keyakinan alami bahwa hidup adalah roda, hidup adalah proses pendewasaan bathin dan fikiran dimana kelas ataspun merasakan apa yang membuat kita terseok-seok sekarang dalam pemantapan diri.
dan tak selamanya pula orang atas menyejukkan hawa kehidupan abadi bagi kita..!!!
orang bawah yang jauh dari 'sekedar'nya kita, yang bermandikan peluh kesengsaraan, berada dalam kasur pesakitan dan penuh riak dengan pola hidup yang sangat mengiris sisi kemanusiaan kita... dan mereka pun tetap hidup dalam kenikmatan masa dan sangat mampu untuk bertahan meski tak ada hati kecilnya menginginkan noda kusam hampiri nafasnya.
mari bangun....mari bertahan...mari bersabar...mari berbesar hati....mari bangkit
dan semuanya kembali untuk kita rajami dan untuk DISYUKURI...!!
------teman-teman itu masih beruntung-------
Saturday, December 20, 2008
bersyukur (part 2)
mungkin karena menghadapi kehidupan dan apa yang didapat dengan 'terlalu bersyukur' jugalah salah satu teman baik ini mendapatkan 'berkah'nya...
menjalani kehidupan pekerjaan dan pertemanan dengan hati yang telanjang dan tak bertopeng apa-apa mengantarkannya pada satu rejeki yang sudah Pencipta atur dalam perbendaharaan hidup dan kehidupannya.
bagi sebagian orang beranggapan ini adalah sebuah kemujuran yang kebetulan lewat pada tuan yang tidak bertuah ini karena dewi fortuna yang lagi kesengsem dengannya, tapi sebagai teman baik yang sering menghabisi masa-masa 'kritis' dan masa-masa kedalam lembah 'extremely crazy' gw rasa 'beliau' layak terhadiahi itu.
secara materi bagi sebagian orang beranggapan itu hanya biasa saja, tapi bagi 'beliau' dan bagi gw pun ini adalah seperti dijatuhi durian runtuh tak berduri dari langit disiang bolong..
'ada hikmahnya kita tidak menghabisi malam kemaren dalam zona keberdosaan' timpalnya dari ujung telepon ketika gw menghubungi untuk merasakan hangat senang yang merayapinya sore ini, setelah gw fikir jernih..apa hubungannya ya?? tapi mungkin saja kalau malam kemaren kita rampungkan dengan 'hal-hal' ga penting, sang dewi fortuna sudah berjalan-jalan jauh darinya.
hahahahahahhahha........
tapi itulah indahnya bersyukur (lagi), dan 'rejeki' hari inipun sangat patut untuk disyukuri dengan kebersyukuran yang sangat hakiki..
'thats right brother....!!!!
menjalani kehidupan pekerjaan dan pertemanan dengan hati yang telanjang dan tak bertopeng apa-apa mengantarkannya pada satu rejeki yang sudah Pencipta atur dalam perbendaharaan hidup dan kehidupannya.
bagi sebagian orang beranggapan ini adalah sebuah kemujuran yang kebetulan lewat pada tuan yang tidak bertuah ini karena dewi fortuna yang lagi kesengsem dengannya, tapi sebagai teman baik yang sering menghabisi masa-masa 'kritis' dan masa-masa kedalam lembah 'extremely crazy' gw rasa 'beliau' layak terhadiahi itu.
secara materi bagi sebagian orang beranggapan itu hanya biasa saja, tapi bagi 'beliau' dan bagi gw pun ini adalah seperti dijatuhi durian runtuh tak berduri dari langit disiang bolong..
'ada hikmahnya kita tidak menghabisi malam kemaren dalam zona keberdosaan' timpalnya dari ujung telepon ketika gw menghubungi untuk merasakan hangat senang yang merayapinya sore ini, setelah gw fikir jernih..apa hubungannya ya?? tapi mungkin saja kalau malam kemaren kita rampungkan dengan 'hal-hal' ga penting, sang dewi fortuna sudah berjalan-jalan jauh darinya.
hahahahahahhahha........
tapi itulah indahnya bersyukur (lagi), dan 'rejeki' hari inipun sangat patut untuk disyukuri dengan kebersyukuran yang sangat hakiki..
'thats right brother....!!!!
Thursday, December 4, 2008
NgaYogYesKarto....
menapakkan kaki dikota ini sepertinya kembali membongkar semua kenangan masa 'muda'.
kota ini masih indah..
kota ini masih asri menurutku..
kota inipun masih bersahabat ketika pertama kali aku inapi kurang lebih 14 tahun yang lalu...
kota ini masih saja sesak dengan lalu lalang sepeda motor yang tak pernah tidur..
Menyusuri jalan solo dari lapangan udara disore haripun masih menggambarkan kota ini secara utuh..
yang ada cuma flyover yang membelah jalan solo, yang banyak sekarang munculnya mal2 baru di sekitaran jalan solo..
dan yang lebih baru lagi tak berfungsinya Hotel ambarukmo yang pada masanya sangat sukses.."bangunannya sudah retak2 pasca gempa bumi 2006, jelas sopir yang mengantarkan perjalananku menuju tempat tidur sementara di kota ini."...
Memasuki kawasan Malioboro benar2 mengantarkan semua yang berada didalamnya pada satu sisi ke'yogya'annya...kendaraan sudah padat merayap menemani kota ini sambut kemeriahan malam hari..
Menghirup udara never ending city ini mungkin bagi sebagian orang yang hanya berlibur dan menetap sementara di kota ini, hanyalah sebuah kota wisata yang nyaman untuk dikunjungi, tapi bagiku kota ini lebih dari sekedar kota wisata, kota ini memberikan banyak hal, disinilah aku melewatkan masa2 kenakalan anak SMA, dikota ini mengajarkan hidup tenang di udara ke'jawa'annya yang membuat aku betah berlama2 untuk tinggal disini..meski perjalananku bukan untuk berlibur dan hanya untuk menjalankan tugas 'negara' (hahahaha...) namun cukup mujarab mengobati kekangenan akan kota indah ini.
Minikmati gudeg di pelataran jalan telanjang aku jabanin untuk memuaskan nafsu akan kota ini, hingga mengabaikan sarapan hotel yang mungkin lebih bervariasi, hal2 inilah mungkin yang ga kebayar dengan uang...suasana...kondisi kedaerahan..ck..ck..ck......
siang ini kota ini harus aku sudahi petualangan, meski jawabannya Tidak Puas, karena sebagian waktu habis di kota Solo, namun cukup melegakan meski hanya sekedar berjalan2 kaki dan menikmati lasehan maliobro, menyusuri kaki lima maliobro yang penuh sesak dengan pembeli, pejalan kaki dan pedagang tentunya..!!
i'll be back..
4 more adventure...
-dagen mulai ramai-
kota ini masih indah..
kota ini masih asri menurutku..
kota inipun masih bersahabat ketika pertama kali aku inapi kurang lebih 14 tahun yang lalu...
kota ini masih saja sesak dengan lalu lalang sepeda motor yang tak pernah tidur..
Menyusuri jalan solo dari lapangan udara disore haripun masih menggambarkan kota ini secara utuh..
yang ada cuma flyover yang membelah jalan solo, yang banyak sekarang munculnya mal2 baru di sekitaran jalan solo..
dan yang lebih baru lagi tak berfungsinya Hotel ambarukmo yang pada masanya sangat sukses.."bangunannya sudah retak2 pasca gempa bumi 2006, jelas sopir yang mengantarkan perjalananku menuju tempat tidur sementara di kota ini."...
Memasuki kawasan Malioboro benar2 mengantarkan semua yang berada didalamnya pada satu sisi ke'yogya'annya...kendaraan sudah padat merayap menemani kota ini sambut kemeriahan malam hari..
Menghirup udara never ending city ini mungkin bagi sebagian orang yang hanya berlibur dan menetap sementara di kota ini, hanyalah sebuah kota wisata yang nyaman untuk dikunjungi, tapi bagiku kota ini lebih dari sekedar kota wisata, kota ini memberikan banyak hal, disinilah aku melewatkan masa2 kenakalan anak SMA, dikota ini mengajarkan hidup tenang di udara ke'jawa'annya yang membuat aku betah berlama2 untuk tinggal disini..meski perjalananku bukan untuk berlibur dan hanya untuk menjalankan tugas 'negara' (hahahaha...) namun cukup mujarab mengobati kekangenan akan kota indah ini.
Minikmati gudeg di pelataran jalan telanjang aku jabanin untuk memuaskan nafsu akan kota ini, hingga mengabaikan sarapan hotel yang mungkin lebih bervariasi, hal2 inilah mungkin yang ga kebayar dengan uang...suasana...kondisi kedaerahan..ck..ck..ck......
siang ini kota ini harus aku sudahi petualangan, meski jawabannya Tidak Puas, karena sebagian waktu habis di kota Solo, namun cukup melegakan meski hanya sekedar berjalan2 kaki dan menikmati lasehan maliobro, menyusuri kaki lima maliobro yang penuh sesak dengan pembeli, pejalan kaki dan pedagang tentunya..!!
i'll be back..
4 more adventure...
-dagen mulai ramai-
Monday, December 1, 2008
bersyukur (part 1)
banyak pendapat yang menegaskan kalo mensyukuri sesuatu, entah itu keadaaan dan sebagainya adalah dengan mengikhlaskan, merelakan, tepatnya menerima yang yang ada dan didapat.
is it correct?
apa yang disebut sebenarnya dengan bersyukur secara definitif??
apakah 'cukup' dengan hanya menerima keadaan apa adanya?? atau ada filosofi2 lain yang membuatnya sedikit meluas ke dalam arti yang sangan global, wa ndak tau..???
secara pribadi mungkin tingkat kebersyukuran masing2 kepala sangat bervariasi, lha wong isi kepala dengan tingkat IQ yang juga berbeda2, dan sebagian juga pasti memandangnya dengan kacamata yang berbeda pula pastinya.
memang agak susah mengklaim diri secara pribadi bersyukur, toh di waktu yang lainnya kata syukur yang sering kita tamengkan untuk sedikit memagari ketidakpuasan diri selalu terpatahkan juga dengan kata: ' ko gini ya," atau "cuma sgini ya,".
kata2 yang bersifat 'menggugah' sisi kebersyukuran tersebut sebenarnya sudah menggambarkan ketidak bersyukuran diri, meski itu acap keluar ketika kita dihadapkan pada satu kondisi yang yang secara emosional sedikit goyah,...
uang banyak, karir bagus, keluarga bahagia,dan lainnya...
indikasi yang mana yang membuat kita tak mengeluh macam2 dengan apa yang kita terima??, sebagian dari kita pasti sangat banyak yang sudah menerima diri dan kehidupannya dengan apa adanya? menjalaninya dengan penuh suka cita dan sangat2 nrimo...? tapi apakah sebagian dari kita menerima keadaaan tersebut???
semua jawabannya ada di hati dan kepala masing2...
kita per-orang yang menjadi "guru" dan "pemutus" di level mana kita menempatkan kebersyukuran tersebut, semoga tidak ada yang kebablasan menempatkannya terlalu tinggi, karena kita masing2 yang sangat mengerti diri, hidup dan kehidupan kita..!!!
mari bersukur....!!!
is it correct?
apa yang disebut sebenarnya dengan bersyukur secara definitif??
apakah 'cukup' dengan hanya menerima keadaan apa adanya?? atau ada filosofi2 lain yang membuatnya sedikit meluas ke dalam arti yang sangan global, wa ndak tau..???
secara pribadi mungkin tingkat kebersyukuran masing2 kepala sangat bervariasi, lha wong isi kepala dengan tingkat IQ yang juga berbeda2, dan sebagian juga pasti memandangnya dengan kacamata yang berbeda pula pastinya.
memang agak susah mengklaim diri secara pribadi bersyukur, toh di waktu yang lainnya kata syukur yang sering kita tamengkan untuk sedikit memagari ketidakpuasan diri selalu terpatahkan juga dengan kata: ' ko gini ya," atau "cuma sgini ya,".
kata2 yang bersifat 'menggugah' sisi kebersyukuran tersebut sebenarnya sudah menggambarkan ketidak bersyukuran diri, meski itu acap keluar ketika kita dihadapkan pada satu kondisi yang yang secara emosional sedikit goyah,...
uang banyak, karir bagus, keluarga bahagia,dan lainnya...
indikasi yang mana yang membuat kita tak mengeluh macam2 dengan apa yang kita terima??, sebagian dari kita pasti sangat banyak yang sudah menerima diri dan kehidupannya dengan apa adanya? menjalaninya dengan penuh suka cita dan sangat2 nrimo...? tapi apakah sebagian dari kita menerima keadaaan tersebut???
semua jawabannya ada di hati dan kepala masing2...
kita per-orang yang menjadi "guru" dan "pemutus" di level mana kita menempatkan kebersyukuran tersebut, semoga tidak ada yang kebablasan menempatkannya terlalu tinggi, karena kita masing2 yang sangat mengerti diri, hidup dan kehidupan kita..!!!
mari bersukur....!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)
