ku benamkan kepalaku dalam bongkahan selimut
kuseka peluh dingin yang mengucur cukup deras dari keningku
aku buyarkan hitam fikirku yang ganggu bathinku
apa yang aku rasa hanyalah ilusi
ilusi sampah yang tak berkesudahan
namun,
semakin aku mengusirnya
semakin lekat pula rona bayangan itu
menelusup masuki ruang takutku
aku terjerembab di kelamnya biduk
yang kerap hantui intuisiku
jangan perolok naluri putihku
enyah sajalah dari permukaan ini
biarkan kuselami lautku
tanpa kau menjegal setiap mauku
kau cuma sebuah titik pencundang
yang acap godai citaku
jangan pernah berusaha masuk
dalam selimut malamku
yang tlah basah dengan liurku
hingga tak kan kau temui lagi
sedikit kisipun yang bisa kau sisipi
meski aku tlah bukakan pintunya
karena aku berubah gahar
dalam ketakutan yang tlah berujung
dalam nestapa yang bilurkan jalangmu
hadapi aku..!!!!
No comments:
Post a Comment