apa yang salah dengan jalan hidup....??
bisakah setiap organ yang ada dibadan ini berkompromi untuk menelaah satu persatu persoalan hidup yang kadang-kadang menjadi carut marut oleh keadaan yang tak berpihak.
dimana letak keterbelakangan akal bila semua sudah tak dapat dijernihkan oleh lurusnya otak ini?? dan masih mampukan akal berputar dan menyamarkan logika yang sudah tak bisa kita ajak untuk tetap bersikukuh pada lajurnya.
jalan hidup memang garis yang sudah ada dalam buku panduan dari sang Besar.
jalan hidup memang sudah tergaris dalam dimensi yang tak tercerna oleh fikiran kita.
tapi mestikah jalan hidup yang 'tercipta' untuk kita jelajahi harus tercoreng oleh ketidakmampuan raga, jiwa yang memang hanya otak yang mampu untuk menelusurinya, badan yang untuk menggerakkannya-pun menjadi ada ataupun tidak ada sekehendak pelakunya.
haruskah pula kegamangan hidup itu menyeret kita pada satu rona yang akan melumpuhkan setiap pundi badani kita??
kebimbangan, keraguan yang membuat sebuah kebingungan diri hanyalah sepenggal cerita komik dari perbendaharaan jalan panjang yang selalu teralurkan dengan banyaknya terjal maupun kerikil tersetapaki.
tapi harus terhanyut pulakah dalam kebingungan-kebingungan yang membuat kita menyesali kotak masa yang Sang Besar hadiahi ??
mungkin banyak dalih pulalah kenapa kegamangan, ketidakstabilan, dan kebingungan2 yang terjadi pada kita menjadi satu momok terbelakang yang membuat kita jadi diluar kontrol manusia, hasrat emosi yang tak terkendali, kelinglungan akan metamorfosa yang notabene diluar jauh dalam lingkaran pengharapan yang termarjinalkan oleh lingkup ingin dan mau yang berlebihan, sehingga acap terpatahkan bila tak terkelambui dalam yang hasil yang hanya sejengkal dan tak meluas.
berbesar hati dalam kebersykuran dan dengan tampahan hidup yang mungkin bagi kita hanya sekedarnya adalah hal indah yang akan termaktub dalam kamus keikhlasan. dengan begitu pulalah Sang besar sedang menimang-nimang kita untuk bisa naik kelas atau tetap kelas bahkan bisa tertinggal kelas. kita yang memegang kunci kendalinya, kita yang meracuninya atau yang memaduinya bila kita mau, dan semua rentetan masanya kita yang menjadi tuan pengusaha segala upaya.
keindahan yang terjadi di kelas atas sebaiknya menjadi kita adalah pekerja yang akan terbangkitkan semangat juangnya untuk dapat berada di tahap itu, bukan hanya sekedar memuja, mengagumi, berharap lebih yang pada akhirnya menjadikan dengki bersemayam d singgana hati kita. cemeti orang atas pulalah yang seharusnya menjadikan kita bersikukuh pada keyakinan alami bahwa hidup adalah roda, hidup adalah proses pendewasaan bathin dan fikiran dimana kelas ataspun merasakan apa yang membuat kita terseok-seok sekarang dalam pemantapan diri.
dan tak selamanya pula orang atas menyejukkan hawa kehidupan abadi bagi kita..!!!
orang bawah yang jauh dari 'sekedar'nya kita, yang bermandikan peluh kesengsaraan, berada dalam kasur pesakitan dan penuh riak dengan pola hidup yang sangat mengiris sisi kemanusiaan kita... dan mereka pun tetap hidup dalam kenikmatan masa dan sangat mampu untuk bertahan meski tak ada hati kecilnya menginginkan noda kusam hampiri nafasnya.
mari bangun....mari bertahan...mari bersabar...mari berbesar hati....mari bangkit
dan semuanya kembali untuk kita rajami dan untuk DISYUKURI...!!
------teman-teman itu masih beruntung-------
No comments:
Post a Comment