Sunday, October 19, 2008

teh poci kemayoran






Teh poci Kemayoran, itulah sebuah jawaban yang keluar dari mulut salah satu teman baik gw “si buruak”, ketika gw tanya kemana tempat yang enak di sambangi di jam malam menuju pagi di hari sabtu ini…????? Sebenarnya gw agak ragu juga, ko ada tempat minum teh yang buka jam segini..?? karena ketika pertanyaan itu gw ajuin jam Jakarta sedang menunjukkan jam 11an. Ternyata tempat ‘baru’ bagi gw itu emang dibuka di malam hari. Berangkatlah gw dan buruak ditemenin ‘romeo’ merahnya (???) berangin-angin di malam yang ga buta itu………
Rekomendasi tempat minum ini sebenernya sudah di promosikan tmn gw ini jauh2 hari, Cuma karena ada judul “kemayoran” yang diceritakan, sedikit mengurungkan niat jalan gw untuk menyambangi, karena yang terbayang di otak gw adalah tempat yang lumayan jauh kalo di capai dari kosan gw, dan dengan alasan itu juga gw tidak terlalu berniat juga kalo tiap tahunnya Jakarta mengadalan PRJ-nya yang notabene berada di daerah kemayoran.

Jam yang terpampang di sudut kanan hp butut gw 23.26 ketika gw melewati Jalan Garuda-Senen dan tepat di ujung jalan Garuda, temen gw membelokkan’romeo’ nya kearah kanan jalan, dan itu tepat di hook jalan ( berarti ini belom terlalu kemayoran sekali, karena masih masuk ujung senen ko…) Sepenglihatan gw banyak motor2 yang berjejer di parkir, dan di bagian depan jalannya pun berjejer beberapa mobil yang bisalah kalo di hitung pake jari. Kesan pertama yang muncul di otak gw adalah tempat minum teh atau tempat nongkrong yang sangat, sangat membumi, layaknya warung2 pinggir jalan pada umumnya,sangat memasyarakat, dan sangat apa adanya dengan model warung bermaterial dominan kayu yang kelihatannya sudah berumur. Yang tertangkap di bagian depan warung adalah tumpukan gorengan2 yang sudah menggunung, foto gorengan inipun sudah berkurang gunungnya dari pertama gw datang.

Pesanan gw dan si buruak:
1 teko the poci ( bukan karena ngirit kita pesen satu teko kecil itu, tapi dikarenakan teko teh yang terediapun hanya tinggal 1 teko, bisa di banyangkan gimana laku kerasnya warung teh poci ini. ;-)
1 ketan putih dengan lumuran susu untuk si buruak
1 ketan putih tanpa susu dan cukup dilumuri gula pasir, dan itu pasti untuk gw huaaaa…..

Dari pertama memasuki ‘kawasan’ ini sampai memesan, sudah tidak ada tempat kosong yang tertangkap dari pandangan mata sehat gw, tempat bermodel gubug sudah full, bangku2 kayu yang di disusun berjejer di samping warungpun penuh oleh para pecinta teh Jakarta. Kursi2 liar yang di tambahkanpun sudah tidak ada yang bisa gw duduki. Akhirnya gw dan si buruak nekat mengampar dan di alasi sandal duduk di depan toko, tepat berada di samping warung teh pocinya, tapi Tuhan memang selalu sayang dengan umatnya yang sedang berkesusahan, bangku bagian depan gubug sudah ditinggalkan orangnya, jadilah gw bergegas (cape d bahasanya) menuju gubug kayu tersebut, lumayanlah paling ga sedikit agak manusiawilah. Heheheheheheh……………..
Pesenan gw dating, tapi ko ada tambahan gorengan tempe dan pisang goreng di piring kecil yang disuguhkan, usut punya usut dari siburuak yang sudah sering k tempat ini, ternyata ini menu yang memang wajib ada ketika lo memesan ketan, karena gorengan tersebut yang akan dijadikan “lauk” ketika lo makan ketan putihnya. Tapi jujur gw ga berminat untuk mencoba ‘standart’ itu, karena bagi gw gorengan makanan dalam kategori asin dan harus dimakan sendiri, dan ketan berlumur gula adalah makanan dalam kategori manis.jadilah gw mencicipinya dengan ‘ala’ gw.

Rasa tehnya nikmat, tidak mengecewakan, ketannya enak, tempe gorengnya layaknya tempe goreng pada umumnya. Tapi disamping menu makanannya yang khas ada hal yang menggelitik untuk di bahas adalah banyak kecoa yang berlalu lalang, sampai ada yang saying banget nempel di kepala si buruak, kecoanya berarti tahu siapa yang sudah mandi dan siapa yang belum ya bur…hahahahah…..
Dan duit yang di keluarin dari minum dan makannya adalah Rp. 9.000,- (Sembilan Ribu Rupiah), nice price…!!!!isn’it…?????? jadi kekesalan dari kecoa2 yang muncul sedikit terbayarkanlah dengan menu dan harga yang gw dapet. Jadi ada ajakan k the poci rawamangun lagi???? C’ mon…sappppa takut…..!!!!!!

-writed 18 okt 08 pagi jam 01.00-

No comments: